Ada banyak kisah dan cerita bersama kalian, Aku menemukan sebuah persahabatan juga cerita di dalamnya, Semua ini karena Grand design Allah, semoga dan selalu persahabatan kita semua bisa sampai kita tua nanti :)
About Apel Ijo tapi tidak semua yang saya posting adalah diri saya
Total Tayangan Halaman
Senin, 02 Maret 2015
Penanggungan
Pendakian yang penuh peluh perjuangan juga kisah, hujan dari perjalanan, pendakian di sertai hujan (Penanggungan, Mojokerto )
Selasa, 11 Februari 2014
EMPAT MINGGU SETELAH KEPERGIAN KAMU.
Aku menulis ini ketika aku sadar tak akan ada yang bisa
dikembalikan seperti dulu lagi. Aku menulis ini ketika aku berpikir bahwa
disana kamu pasti telah menemukan seseorang yang baru. Seseorang yang bisa mencintaimu,memahamimu,dan
mengerti kamu lebih baik dari pada aku. Rendahnya kepekaanku dan tingginya
keegoisanku membuat kamu pergi dan menjauh. Seandainya,bisa kuputar kembali
waktu,aku tidak akan membiarkanmu pergi dan akan menahanmu sampai Tuhan bosan melihat
usahaku.
Aku mulai mencintaimu,mulai membiasakan diri akan
kehadiranmu,dan mulai percaya yang kurasakan juga adalah cinta. Disetiap
kausapa aku,dengan sapaan lembutmu yang menghangatkan aliran darahku ,aku
percaya ini cinta. Dulu aku tak takut mengartikan kata-katamu dan segala
kalimat-kalimat manis itu adalah salah satu respon bahwa kau juga punya
perasaan yang sama. Beberapa minggu yang lalu aku begitu percaya diri dan
begitu memercayai bahwa kamu hanya miliki aku, aku satu-satu nya di hatimu. Namun,
ternyata akupun bisa salah. Salah mengartikan isyarat yang kau berikan.
Harusnya aku menyadari bahwa terlalu tinggi jika mengharapkan kamu berada
disisiku,terlalu mimpi jika menginginkan kamu menjadikanku pertama dalam
hatimu,dan terlalu tolol menganggap perhatianmu yang ternyata tak hanya
diberikan untukku.
Pada akhirnya aku sadar aku hanyalah pelarian tempat kamu
meletakkan kecemasan. Aku hayalah persinggahan ketika kamu telah lelah untuk
berjalan. Aku Cuma sosok yang kaudatangi ketika kaupikir kekasihmu tak mampu
memahami keinginanmu. Betapa bodohnya aku bisa begitu mencintai seseorang yang
bahkan meletakkan hatinya pada banyak orang—hati yang katanya hanya kamu
berikan untukku.
Dulu, aku tak ingin mendengar semua perkatan teman-temanku,
aku mencoba menutup telinga pada setiap bisikan yang mengatakan kamu selalu
melompat dari satu hubungan ke
hubungan yang lain,berpindah dari satu
pelukan ke pelukan yang lain,dan memberi hati pada banyak orang yang kau pikir
bisa kaujadikan boneka kecintaanmu. Dulu,aku tak ingin percaya itu, dan
kebodohanku semakin lengkap,ketika ternyata kamu memang seperti yang mereka
bilang. Pengkhianat. Aktor paling cerdas bermain akting. Main hati.
Aku tak menyangka jika
orang yang begitu halus membisikkan cinta,begitu manis mengucapkan
rindu,,dan begitu mudah berkata sayang adalah orang yang seharusnya dari awal
tidak kupercaya gerak-geriknya. Kamu tak tahu betapa aku begitu tergoda akan
kehadiranmu. Kamu tak sadar betapa aku inginkan sebuah penyatuan,meskipun kita
berbeda.kamu tak paham betapa cinta mulai mengetuk pintu hatiku dan aku mulai
mengizinkan kamu berdiam disana.
Sungguh bodoh mengapa begitu mudah menjatuhkan air mata
untuk kamu yang tak pernah menangisiku? Mengapa rindu begitu sialan karena
menjadikanmu sosok yang paling sering kusebut dalam do’a? Mengapa cinta begitu
tak masuk akal ketika perkenalan singkat kita ternyata berujung pada hal yang
tak kuduga? Kau tak tahu betapa sulitnya melupakan perasaan yang sudah melekat,
betapa tidak mudahnya menghilangkan kamu dari hati dan otakku. Cinta ini datang
begitu mudah dan entah mengapa membenci menjadi begitu susah.
Kalau kau ingin tahu betapa dalam perasaanku,cinta ini
seperti air laut yang enggan surut. Aku telah tenggalam,sementara kamu yang
berada di pesisir pantai hanya bisa melambaikan tangan dan menertawakan
kesesakanku. Apa yang bisa kau anggap lucu dari perasaan ini? Mengapa kau
begitu mudah menjadikan perasanku sebagai candaan yang kau pikir bisa membuatku
tertawa?
Sinaran pesonamu membutakan segalaku.begitu mudah aku
terjebak bayang-bayang yang kupikir nyata. Begitu gampangnya aku terjerumus
pada kesemuan yang tak pernah jadi kenyataan. Harus kularikan kemana cinta yang
makin dalam ini? Harus kubuang kemana rindu yang tiba-tiba sering berujung air
mata ini? Haruskah aku bilang padamu,dengan
mata yang sembab,dengan kerudung yang berantakan,dengan wajah yang begitu
lelah,hanya untuk memintamu kembali?
Pertanyaan tentang perasaanku telah terjawab meskipun tak
kau jawab secara langsung. Kau tak punya perasaan sedalam yang ku berikan,kau
tak merindukanku sesering yang kulakukan,dan kau tak ingin menjadikanku yang
pertama. Ah,pernahkah kaurasakan menjadi sosok yang selalu diletakkan dinomor
sekian? Yang tetap mencintai walau disakiti? Yang tetap mengabdi walau dilukai?
Seandainya semua bisa kembali seperti dulu lagi. Seandainya
rangkul pelukmu masih sehangat yang kurasakan. Mungkin aku tak akan sesedih ini,tak
akan seberantakan ini,dan tak akan segila ini.
Kalau kau ingin pergi,maka pergilah. Tapi,berjanjilah
padaku: aku adalah perempuan yang terakhir kau sakiti. Setelah ini pergilah
pada ibumu dan cintai beliau dengan ketulusan sehingga kau bisa belajar
mencintai perempuan lain dengan ketulusan yang sama. Katakan padaku,kau akan
menganggap kata sayang adalah kata yang sakral sehingga takkan kamu ucapkan
hanya untuk menyakiti perasaan seorang perempuan. Berjanjilah padaku,setelah
ini kau akan benar-benar pergi mencari perempuan baru untuk kau beri
kebahagiaan bukan tangisan. Katakan padaku jika kau tak mampu melakukan semua
hal itu,aku bisa bantu kamu tapi,kamu kembali dan mau kuajak saling memahami
kembali.
Suatu saat nanti kita akan bertemu dengan kebahagiaan
masing-masing. Kau merangkul kekasih barumu dan memperkenalkannya padaku. Aku
menggenggam erat jemari kekasihku yang
berhasil menghapus mendung dihari-hariku. Lalu,kita menertawakan masa
lalu,betapa dulu aku dan kamu pernah begitu lucu.
Kemudian lukaku bisa kau jadikan materi stand up comedy-mu
tertawakan aku sepuasmu. Setelah itu kumasukkan kau dalam sebuah tulisan kusiksa
kamu sampai jera,ku biarkan kau jadi
tokoh yang tertawa lebih dulu tapi menangis sekencang-kencangnya di akhir
cerita.
Terima kasih untuk setiap tawa yang kau titipkan pada setiap
candaanmu di ujung malam. Sekarang aku sadar
betapa sosok yang pernah membuatku tertawa paling kencang adalah pria
yang bisa membuatku menangis paling kencang.
cr- blogger dwitasaridwita
by Alfi
Meski Hidup tak selalu indah, masih banyak hal yang patut kita syukuri.
Bukan apakah itu membuat kita bahagia atau tidak, Namun lebih dari itu. Hal yang akan mampu meneguhkan setiap hati untuk terus bertahan.
Saat kita merasa putus asa akan hidup yang kita sesali, bukankah masih ada oksigen yang patut kita syukuri? ketika kita merasa putus asa saat gagal, bukankah masih ada hati yang masih bertekad yang patut untuk kita syukuri ? bukankah masih ada mata,hidung,tangan,kaki,dan organ lain yang patut kita syukuri? bukankah masih ada nurani yang membimbing kita menuju jalan yang benar?
Bukankah masih ada hal lain yang patut kita syukuri? yang jarang sekali kita menyadari keberadaan dan kedatangannya.......
Terutama hidup yang telah Dia berikan pada hambaNya..
Bukan apakah itu membuat kita bahagia atau tidak, Namun lebih dari itu. Hal yang akan mampu meneguhkan setiap hati untuk terus bertahan.
Saat kita merasa putus asa akan hidup yang kita sesali, bukankah masih ada oksigen yang patut kita syukuri? ketika kita merasa putus asa saat gagal, bukankah masih ada hati yang masih bertekad yang patut untuk kita syukuri ? bukankah masih ada mata,hidung,tangan,kaki,dan organ lain yang patut kita syukuri? bukankah masih ada nurani yang membimbing kita menuju jalan yang benar?
Bukankah masih ada hal lain yang patut kita syukuri? yang jarang sekali kita menyadari keberadaan dan kedatangannya.......
Terutama hidup yang telah Dia berikan pada hambaNya..
Minggu, 09 Februari 2014
Because it's U by: Tiffany GG Ost. Love Rain
미안하단 말 하지 말아요
(Mianhadan mal haji marayo)
Jangan mengatakan minta maaf
내게 사랑은 끝이 아닌데
(Naege sarangeun kkeuthi aninde)
Belum saatnya cinta berakhir bagiku
이렇게 우리 헤어진다면
(Irohke uri heojindamyeon)
Jika kita putus seperti ini
어떡해요 어떡해요
(Eotteokhaeyo eotteokhaeyo)
Apa yang harus ku lakukan? apa yang harus ku lakukan?
사랑 하나 뿐인데 사랑할 수 없고
(Sarang hana ppuninde saranghal su eopgo)
Aku hanya mempunyai satu cinta tapi tak bisa mencintai
정말 하고싶은 말 할 수도 없는데
(Jeongmal hagosipheun mal hal sudo eomneunde)
Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan hal yang ingin ku katakan
점점 멀어져가는 사랑이 지키지 못할 말들이 날 울게 하네요
(Jeomjeom meoreojyeoganeun sarangi jikhiji mothal maldeuri nal ulge haneyo)
Cinta ini semakin menjauh, kata yang kusimpan membuatku menangis
고맙다는 말 하지 말아요
(Gomapdaneun mal haji marayo)
Jangan mengatakan terima kasih
내 모든 사랑 주고 싶은데
(Nae modeun sarang jugo sipheunde)
Aku ingin menyerahkan seluruh cintaku
이렇게 우리 남이 된다면
(Ireohke uri nami dwaendamyeon)
Jika kita menjadi orang lain seperti ini
어떡해요 어떡해요
(Eotteokhaeyo eotteokhaeyo)
Apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?
사랑 하나 뿐인데 사랑할 수 없고
(Sarang hana ppuninde saranghal su eopgo)
Aku hanya mempunyai satu cinta tapi tak bisa mencintai
정말 하고싶은 말 할 수도 없는데
(Jeongmal hagosipheun mal hal sudo eomneunde)
Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan hal yang ingin ku katakan
점점 멀어져가는 사랑이 지키지 못할 말들이 날 울게 하네요
(Jeomjeom meoreojyeoganeun sarangi jikhiji mothal maldeuri nal ulge haneyo)
Cinta ini semakin menjauh, kata yang kusimpan membuatku menangis
사랑해요 사랑해서 어떡해요
(Saranghaeyo saranghaeseo eotteokhaeyo)
Aku mencintaimu, apa yang harus ku lakukan karena aku mencintaimu
아픈 사랑이라도 괜찮아
(Apheun sarangirado gwaenchanha)
Bahkan jika cinta ini menyakitkan aku baik-baik saja
내 생애 마지막 사랑 지워도 지울수 없는 그대니까
(Nae saengae majimak sarang jiweodo jiulsu eomneun geudaenikka)
Walau kuhapus cinta terakhir dihidupku. Kaulah yang takkan pernah terhapuskan
슬픈 운명이라도 그대를 보낼수 없어 사랑해요 그대니까요
(Seulpheun unmyeongirado geudaereul bonaelsu eobseo saranghaeyo geudaenikkayo)
Walau ini takdir yang menyedihkan, ku tak bisa melepasmu, karena aku mencintaimu
내겐 그대니까요
(Naegen geudaenikkayo)
Karena kau untukku
(Mianhadan mal haji marayo)
Jangan mengatakan minta maaf
내게 사랑은 끝이 아닌데
(Naege sarangeun kkeuthi aninde)
Belum saatnya cinta berakhir bagiku
이렇게 우리 헤어진다면
(Irohke uri heojindamyeon)
Jika kita putus seperti ini
어떡해요 어떡해요
(Eotteokhaeyo eotteokhaeyo)
Apa yang harus ku lakukan? apa yang harus ku lakukan?
사랑 하나 뿐인데 사랑할 수 없고
(Sarang hana ppuninde saranghal su eopgo)
Aku hanya mempunyai satu cinta tapi tak bisa mencintai
정말 하고싶은 말 할 수도 없는데
(Jeongmal hagosipheun mal hal sudo eomneunde)
Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan hal yang ingin ku katakan
점점 멀어져가는 사랑이 지키지 못할 말들이 날 울게 하네요
(Jeomjeom meoreojyeoganeun sarangi jikhiji mothal maldeuri nal ulge haneyo)
Cinta ini semakin menjauh, kata yang kusimpan membuatku menangis
고맙다는 말 하지 말아요
(Gomapdaneun mal haji marayo)
Jangan mengatakan terima kasih
내 모든 사랑 주고 싶은데
(Nae modeun sarang jugo sipheunde)
Aku ingin menyerahkan seluruh cintaku
이렇게 우리 남이 된다면
(Ireohke uri nami dwaendamyeon)
Jika kita menjadi orang lain seperti ini
어떡해요 어떡해요
(Eotteokhaeyo eotteokhaeyo)
Apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?
사랑 하나 뿐인데 사랑할 수 없고
(Sarang hana ppuninde saranghal su eopgo)
Aku hanya mempunyai satu cinta tapi tak bisa mencintai
정말 하고싶은 말 할 수도 없는데
(Jeongmal hagosipheun mal hal sudo eomneunde)
Aku benar-benar tak bisa mengungkapkan hal yang ingin ku katakan
점점 멀어져가는 사랑이 지키지 못할 말들이 날 울게 하네요
(Jeomjeom meoreojyeoganeun sarangi jikhiji mothal maldeuri nal ulge haneyo)
Cinta ini semakin menjauh, kata yang kusimpan membuatku menangis
사랑해요 사랑해서 어떡해요
(Saranghaeyo saranghaeseo eotteokhaeyo)
Aku mencintaimu, apa yang harus ku lakukan karena aku mencintaimu
아픈 사랑이라도 괜찮아
(Apheun sarangirado gwaenchanha)
Bahkan jika cinta ini menyakitkan aku baik-baik saja
내 생애 마지막 사랑 지워도 지울수 없는 그대니까
(Nae saengae majimak sarang jiweodo jiulsu eomneun geudaenikka)
Walau kuhapus cinta terakhir dihidupku. Kaulah yang takkan pernah terhapuskan
슬픈 운명이라도 그대를 보낼수 없어 사랑해요 그대니까요
(Seulpheun unmyeongirado geudaereul bonaelsu eobseo saranghaeyo geudaenikkayo)
Walau ini takdir yang menyedihkan, ku tak bisa melepasmu, karena aku mencintaimu
내겐 그대니까요
(Naegen geudaenikkayo)
Karena kau untukku
Sabtu, 08 Februari 2014
SELAMAT ULANG TAHUN CINTA PERTAMA!
Cr - Blogger Dwitasari
“Kenangan cinta pertama itu tak akan pernah
bisa disembunyikan”
Selamat ulang tahun, cinta pertama! Seorang
pria dengan wajah sayu,berhidung mancung,bermata sendu,serta seorang pria
dengan pita suara yang dihiasi oleh suara lembut. Di mataku,kau tanpa cela.
Dihatiku kau memiliki peran yang luar biasa.
Mungkin,kau tak akan pernah membaca ini,
meihat sekejap matapun tidak mungkin,apalagi membaca hingga paragraf akhir.
Mungkin,kau tidak mengetahui usahaku untuk menulis ini,usahaku untuk
mengundangmu kembali berotasi diotakku, mengelilingi poros otak tengah,menjalar
ke otak kiri,lalu membias keotak kanan. Tak ada dasar apapun dan tak ada alasan
apapun yang menjelaskan mengapa aku harus membiarkan jemariku kembali menari dan
kembali menulis semua tentangmu. Seseorang yang sempat mengendap dalam sel
otakku, seseorang yang pernah terlupakan oleh jemariku yang dulu sering
menuliskan tentangmu.
Jika aku bercerita bagaimana pertemuan awal
kita hingga perpisahan kita, mungkin tulisan itu akan terangkum sempurna
menjadi sebuah roman,yang di dalamnya terdapat tokoh sentral, hanya aku dan
kamu, bertemu,berkenalan,berteman,bercanda,bergembira,jatuh cinta,indah,dan
berpisah. Jadi, aku tidak akan bercerita tentang itu. Tunggu dulu! Bukannya aku
melupakan kenangan itu,aku hanya ingin membuat semua paragraf menjadi sangat
berisi dan efektif,walaupun sekali lagi mungkin kau tak akan membacanya.
Aku bahkan tidak lagi tahu kabarmu. Dimana
tempat tinggalmu? Siapa wanita yang menjadi pilihanmu saat ini? Bagaimana
keadaanmu? Tak perlu lagi aku membiarkan air mataku terbujur kaku,menyerah
setelah beberapa saat bertahan dipelupuk mata. Aku yang sekarang adalah wanita
kuat yang dulu belum kaukenal. Jika kau melihatku saat ini,kau pasti berkata
“kamu berbeda!”. Ungkapmu dengan rambut menyeringai santai,dengan jambul yang
menjuntai.
Kau semakin tua. Aku sedang membayangkanmu
saat ini,mungkin hidungmu semakin mancung,mungkin alismu semakin tebal menambah
kemiripanmu dengan tokoh kartun yang kau suka, mungkin juga pipimu semakin
memerah ketika panas menyengat hangat pipimu, mungkin kau sibuk dengan
kegiatanmu,dan mungkin kau telah melupakanku. Dari jarak sejauh ini,mustahil
jika aku bisa lagi menyorot erat bola
matamu dan menyerap sinarnya.
Bukankah, kenangan cinta pertama itu tak akan
pernah bisa disembunyikan? Bukankah,kekuatan cinta pertama jauh lebih kuat dari
pada cinta-cinta lainnya? Tapi, apa yang kurasakan saat ini,hanya aku yang
tahu,hanya aku yang bisa menafsirkan. Kau miliki jalanmu,aku mengikuti jalanku,sekarang
bukan dulu. Kau dan aku bukan lagi bocah ingusan yang suka permainan.
Jadi,untuk segala kemungkinan yang
terjadi,biarlah Alloh menyimpan
kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNya yang penuh kuasa.
Diumurmu yang semakin bertambah ini, semoga Alloh selalu melindungi dan menjaga
keimananmu,memberikanmu kebahagiaan meski aku harus terluka mungkin atas
itu,semoga kau segara menyadari perjuangan orang-orang disekitarmu untukmu
termasuk juga perjuanganku,dan semoga aku masih tersimpan aman dalam laci
lemari otakmu.
Satu hal yang perlu kau ketahui, aku tak
pernah mengabaikan kekuatan cinta pertama dan janjimu yang dulu meski terdengar
bodoh aku percaya bahwa atas segala pengabaianmu suatu saat pula kau yang akan
lebih merindukanku dan penantianku tak akan sia-sia pada suatu saat nanti.
Ditulis saat : hidung tersumbat,kegalauan
menghambat,nafas tercekat,seorang hipotensi butuh pertolongan pertama tapi dia
lebih memilih untuk menulis tentang seseorang yang hidup dimasalalu nya dan
terus berharap akan hidup dimasa depannya. Hebat!
Jika Kebohonganmu Membayangi Langkahku#
Aku takut untuk mengetahui kenyataan yang ada, walau tatapan
mata itu, seruan kelu bibirmu, dan janji manismu hanyalah dongeng
yang enggan menyentuh cerita akhir. Aku tahu hari-hari bergulir begitu jahat, hingga sentuhanmu yang sebenarnya lembut terasa
begitu kasar oleh indraku. Tak ada kebahagiaan yang mengamit relungku, ketika kulitmu bersentuhan dengan kulitku. Tak
ada senyuman, hanya ada tatapan heran.
Kenapa harus aku?Sungguh, aku sempat memercayai
retorika yang melekat dalam pertemuan kita. Jiwaku mengalir bersama kehadiranmu yang perlahan-lahan mengisi lalu
meluap. Ada decak bahagia kala itu. Ketika kepolosan wajahmu memunculkan perhatianku. Ada kejujuran yang mengatur setiap
pertemuan kita. Sungguh tak ada rekayasa. Sungguh tak ada kebohongan.
Tapi, mengapa sekarang semua terasa berbeda?
mata itu, seruan kelu bibirmu, dan janji manismu hanyalah dongeng
yang enggan menyentuh cerita akhir. Aku tahu hari-hari bergulir begitu jahat, hingga sentuhanmu yang sebenarnya lembut terasa
begitu kasar oleh indraku. Tak ada kebahagiaan yang mengamit relungku, ketika kulitmu bersentuhan dengan kulitku. Tak
ada senyuman, hanya ada tatapan heran.
Kenapa harus aku?Sungguh, aku sempat memercayai
retorika yang melekat dalam pertemuan kita. Jiwaku mengalir bersama kehadiranmu yang perlahan-lahan mengisi lalu
meluap. Ada decak bahagia kala itu. Ketika kepolosan wajahmu memunculkan perhatianku. Ada kejujuran yang mengatur setiap
pertemuan kita. Sungguh tak ada rekayasa. Sungguh tak ada kebohongan.
Tapi, mengapa sekarang semua terasa berbeda?
Langganan:
Komentar (Atom)