Total Tayangan Halaman

Sabtu, 08 Februari 2014

Jika Kebohonganmu Membayangi Langkahku#

              Aku takut untuk mengetahui kenyataan yang ada, walau tatapan
mata itu, seruan kelu bibirmu, dan janji manismu hanyalah dongeng
yang enggan menyentuh cerita akhir. Aku tahu hari-hari bergulir begitu jahat, hingga sentuhanmu yang sebenarnya lembut terasa
begitu kasar oleh indraku. Tak ada kebahagiaan yang mengamit relungku, ketika kulitmu bersentuhan dengan kulitku. Tak
ada senyuman, hanya ada tatapan heran.
Kenapa harus aku?Sungguh, aku sempat memercayai
retorika yang melekat dalam pertemuan kita. Jiwaku mengalir bersama kehadiranmu yang perlahan-lahan mengisi lalu
meluap. Ada decak bahagia kala itu. Ketika kepolosan wajahmu memunculkan perhatianku. Ada kejujuran yang mengatur setiap
pertemuan kita. Sungguh tak ada rekayasa. Sungguh tak ada kebohongan.
Tapi, mengapa sekarang semua terasa berbeda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar