Total Tayangan Halaman

Sabtu, 08 Februari 2014

Untuk mu yang kini tak ku genggam


Untukmu yang entah mengabaikanku atau memang itu sifatmu


Awalnya aku tak yakin dengan hubungan kita,,aku merasa begitu banyak hal yang tak mungkin meski kita memperjuangkannya namun atas keyainanmu aku mencoba untuk bersamamu,
Tapi yang sejak awal aku khawatirkan benar, kau tak benar-benar bisa nyata ku genggam meski sosokmu nyata dihadapanku. Aku tak benar-benar merasa menjadi pilihanmu, apakah aku hanya pilihan keduamu ketika kau merasa bosan?
Aku tak minta barang-barang mewah aku tak minta kau belikan sesuatu, aku Cuma ingin kau peka, ingin kau perhatikan lebih layaknya seorang pria terhadap kekasihnya.
Kau tanyai sudahkah aku sarapan,makan siang atau makan malam?
Aku ingin kau tanyai seperti itu, terlalu kekanakan memang, tapi,aku ingin kau marah saat aku tak mau mkan, kau marah saat aku mengeluh lelah aku ingin kau lebih perhatian terhadapku agar aku merasa kau benar-benar nyata menyayangiku.
Berlebihankah aku? Berlebihankah permintaanku ini?
Seperti saat ini. Aku tau kau sibuk dengan skripsimu, tapi tidak bisakah kau luangkan semenit saja waktumu untuk mengatakan good night sayang, atau cukup dengan jangan lupa makan sayang..
Ah,, sudahlah semakin aku melanjutkan tulisan ini akan semakin banyak air mata yang keluar untukmu yang mungkin hanya ingin bermain-main denganku.

note : ditulis pada 03 Januari 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar