Total Tayangan Halaman

Sabtu, 08 Februari 2014

SELAMAT ULANG TAHUN CINTA PERTAMA!



Cr - Blogger Dwitasari

“Kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan”
                    
                     Selamat ulang tahun, cinta pertama! Seorang pria dengan wajah sayu,berhidung mancung,bermata sendu,serta seorang pria dengan pita suara yang dihiasi oleh suara lembut. Di mataku,kau tanpa cela. Dihatiku kau memiliki peran yang luar biasa.
Mungkin,kau tak akan pernah membaca ini, meihat sekejap matapun tidak mungkin,apalagi membaca hingga paragraf akhir. Mungkin,kau tidak mengetahui usahaku untuk menulis ini,usahaku untuk mengundangmu kembali berotasi diotakku, mengelilingi poros otak tengah,menjalar ke otak kiri,lalu membias keotak kanan. Tak ada dasar apapun dan tak ada alasan apapun yang menjelaskan mengapa aku harus membiarkan jemariku kembali menari dan kembali menulis semua tentangmu. Seseorang yang sempat mengendap dalam sel otakku, seseorang yang pernah terlupakan oleh jemariku yang dulu sering menuliskan tentangmu.
Jika aku bercerita bagaimana pertemuan awal kita hingga perpisahan kita, mungkin tulisan itu akan terangkum sempurna menjadi sebuah roman,yang di dalamnya terdapat tokoh sentral, hanya aku dan kamu, bertemu,berkenalan,berteman,bercanda,bergembira,jatuh cinta,indah,dan berpisah. Jadi, aku tidak akan bercerita tentang itu. Tunggu dulu! Bukannya aku melupakan kenangan itu,aku hanya ingin membuat semua paragraf menjadi sangat berisi dan efektif,walaupun sekali lagi mungkin kau tak akan membacanya.

                    Aku bahkan tidak lagi tahu kabarmu. Dimana tempat tinggalmu? Siapa wanita yang menjadi pilihanmu saat ini? Bagaimana keadaanmu? Tak perlu lagi aku membiarkan air mataku terbujur kaku,menyerah setelah beberapa saat bertahan dipelupuk mata. Aku yang sekarang adalah wanita kuat yang dulu belum kaukenal. Jika kau melihatku saat ini,kau pasti berkata “kamu berbeda!”. Ungkapmu dengan rambut menyeringai santai,dengan jambul yang menjuntai.
Kau semakin tua. Aku sedang membayangkanmu saat ini,mungkin hidungmu semakin mancung,mungkin alismu semakin tebal menambah kemiripanmu dengan tokoh kartun yang kau suka, mungkin juga pipimu semakin memerah ketika panas menyengat hangat pipimu, mungkin kau sibuk dengan kegiatanmu,dan mungkin kau telah melupakanku. Dari jarak sejauh ini,mustahil jika aku  bisa lagi menyorot erat bola matamu dan menyerap sinarnya.
Bukankah, kenangan cinta pertama itu tak akan pernah bisa disembunyikan? Bukankah,kekuatan cinta pertama jauh lebih kuat dari pada cinta-cinta lainnya? Tapi, apa yang kurasakan saat ini,hanya aku yang tahu,hanya aku yang bisa menafsirkan. Kau miliki jalanmu,aku mengikuti jalanku,sekarang bukan dulu. Kau dan aku bukan lagi bocah ingusan yang suka permainan.

                      Jadi,untuk segala kemungkinan yang terjadi,biarlah Alloh  menyimpan kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNya yang penuh kuasa. Diumurmu yang semakin bertambah ini, semoga Alloh selalu melindungi dan menjaga keimananmu,memberikanmu kebahagiaan meski aku harus terluka mungkin atas itu,semoga kau segara menyadari perjuangan orang-orang disekitarmu untukmu termasuk juga perjuanganku,dan semoga aku masih tersimpan aman dalam laci lemari otakmu.
Satu hal yang perlu kau ketahui, aku tak pernah mengabaikan kekuatan cinta pertama dan janjimu yang dulu meski terdengar bodoh aku percaya bahwa atas segala pengabaianmu suatu saat pula kau yang akan lebih merindukanku dan penantianku tak akan sia-sia pada suatu saat nanti.

Ditulis saat : hidung tersumbat,kegalauan menghambat,nafas tercekat,seorang hipotensi butuh pertolongan pertama tapi dia lebih memilih untuk menulis tentang seseorang yang hidup dimasalalu nya dan terus berharap akan hidup dimasa depannya. Hebat!

3 komentar: